Bungarampai ini berisi tulisan-tulisan, baik yang sudah diterbitkan dalam bentuk buku, mau pun yang belum atau tidak dibukukan.

15 Oktober 2009

KUMPULAN SAJAK

Nurdiana:

NYIUR DAN MELUR

I

Alam jelita khatulistiwa,
Berdandan subur nyiur dan melur,
Dua sejoli tumbuh-tumbuhan,
Menghias Nusa sepanjang zaman.

Pucuk kelapa buat ketupat,
Daun dianyam jadi atap,
Lidi diikat jadi sapu,
Pelepah dibakar jadi kayu.

Dari pucuk sampai ke urat,
Bagi umat bermanfaat,
Pohonnya ruyung bagaikan baja,
Bahan bangunan dan buat sula.

Mekar seludang terurai mayang,
Mayang berputik jadi mumbang,
Sungguh permai mayang terurai,
Amsal jelita rambut wanita.

Jadi buah mumbang berkembang,
Dibalut sabut dikurung tempurung,
Putih bersih isi kelapa,
Airnya gurih obat dahaga.

Daging kelapa parut diperas,
Muncul santan putih bak susu,
Santan dimasak jadi minyak,
Santapan umat lezat dan sehat.

Dihantam terik bersiram hujan,
Puting beliung beserta topan,,
Nyiur teguh tidak beranjak,
Tetap tegak seusai badai.

Berpohon kekar tinggi semampai,
Nyiur tegak liuk melambai,
Berdaun hijau panjang menjulai,
Subur di darat, gunung dan pantai.

Di alam raya betapa tampan,
Diterpa topan tegak tak terban,
Bayu lalu bagai manggemai,*)
Nyiur bak gadis lunglai dibelai.

Lambai melambai di pantai landai,
Betapa jelita indah permai,
Bak bidadari liuk menari,
Mengirai jari kian kemari.

Seindah-indah pengasingan,
Jelita jua kampung halaman,
Nyiur terbayang melambai sayang,
Menghimbau dagang**) kembali pulang.

Mengilhami Ismail Marzuki,
Menggubah lagu memuji negeri,
Merdu dan syahdu memuja Nusa,
Rayuan Pulau Kelapa.

Keterangan:
*) Manggemai, ungkapan Minang, dengan penuh sayang membelai pipi seseorang.
**) Dagang, ungkapan Minang, orang di rantau.

2-9-2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog